Buaya Juga Bisa Keluarkan Air Mata, Ingat Kiasan Air Mata Buaya!

Lama Membaca : Sekitar 2 Menit

Belum lama ini, kita dikejutkan dengan informasi yang menyebutkan bahwa ada seekor buaya di Muara Sungai Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang terdeteksi terjerat ban sejak 3,5 tahun lalu. Hingga saat ini, ban itu masih melekat di lehernya. Kasihan, ya?

Keadaan buaya tersebut mengingatkan kita terhadap keteledoran berperilaku ramah lingkungan. Orang yang membuang sampah sembarangan, pada akhirnya tak hanya menyebabkan bencana pada manusia lain, tetapi juga pada hewan.

Berbagai upaya yang dilakukan untuk menolong buaya itu, hingga Jumat (14/2/2020) belum juga berhasil. Jika kita mengumpamakan buaya itu sebagai manusia, tentu ia akan menangis karena ban yang melingkari tubuhnya. Eits, tapi sebenarnya buaya bisa menangis atau tidak, sih?

Rupanya tidak. Akan tetapi, buaya benar-benar bisa mengeluarkan air mata, lho. Hal itu sebenarnya sudah diketahui sejak beberapa abad lalu. Referensi paling awal tentang buaya yang bisa mengeluarkan air mata dimuat dalam buku terlaris abad ke-14 berjudul The Voyage and Travel karya Sir John Madeville.

Ya, buaya bisa mengeluarkan air mata ketika makan. Meskipun demikian, itu bukan berarti buaya sedih atau punya sisi sensitif. Air mata itu keluar karena buaya menggigit mangsanya dengan keras. Ketika buaya terlalu berusaha melahap mangsa, saluran air mata terperas dan akhirnya mengeluarkan air.

Dikutip dari Science Daily, ahli zoologi Ken Vliet dan konsultan neurologi Dr D Malcolm Shaner melakukan pengamatan mendalam terhadap buaya saat makan. Mereka menemukan reptil besar itu mengeluarkan air mata berupa buih dan gelembung di sekitar mata mereka.

Mereka juga menyimpulkan, produksi air mata itu berasal dari desisan dan teriakan yang dibuat buaya sewaktu melahap mangsa. “Hal ini menuntut udara dari sinus untuk memicu kelenjar air mata buat mengeluarkan banyak air mata. Udara yang keluar menghasilkan buih dan gelembung di sekitar mata,” ujar Vliet.

Kondisi keluarnya air mata itu ternyata bukan didasari atas perasaan atau tampilan emosi. Nah, ternyata buaya juga memanfaatkan keadaan ini menjadi pengecoh hewan lain agar lengah dan dapat dimangsa.

Wah, ternyata meski buaya bisa mengeluarkan air mata, bukan berarti ia menangis, ya? Barangkali ini yang mendasari adanya istilah “air mata buaya” ya? [Endah Asih/PRM/16022020]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *