Ciri-ciri Disleksia yang Perlu Dikenali

Lama Membaca : Sekitar 2 Menit

CariApaYa.com – Ciri-ciri Disleksia – Sejak kecil Ardi sering di-marahi ayahnya, ia di-anggap sebagai anak badung yang tidak mau belajar, bahkan di sekolahnya, cowok putih ini juga tercatat sebagai murid yang susah menangkap pelajaran.

Makin lama, Ardi merasa tertekan dengan keadaan ini. Setiap ia membaca sebuah buku, ia merasa hurufnya selalu terbalik dan ia tidak pernah sukses menceritakan sebuah cerita atau kejadian yang di-bacanya.

Tadinya, sang ayah selalu menganggap kalau Ardi adalah anak yang bermasalah dan tidak pernah nurut untuk belajar giat. Akhirnya, sang ayah sadar kalau anak bungsunya mengalami disleksia, yaitu mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran yang di-sebabkan oleh kelainan saraf pada otak. Jadi, Ardi tidak punya kemampuan untuk membedakan bunyi fonetik penyusun sebuah kata.

Ciri-ciri Disleksia

Hmm, sebenarnya kita bisa mendeteksi disleksia itu sejak awal, kok. Jadi kita bisa melakukan pelatihan-pelatihan untuk mengatasinya. Ini nih ciri-ciri awal yang menunjukan seseorang mengalami disleksia.

  1. Tidak dapat menyebutkan nama-nama huruf atau menyanyikan lagu abjad.
  2. Mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang dimulai dengan bunyi yang sama.
  3. Kesulitan dalam menyebutkan kata yang berima atau kata yang memiliki pengulangan bunyi yang sama.
  4. Punya masalah dalam mengidentifikasi dan mengurutkan bunyi-bunyi dalam sebuah kata.
  5. Tidak kenal nama-nama warna dan bentuk.
  6. Punya problem dengan artikulasi.
  7. Sulit mengingat urutan angka atau nama-nama hari dalam seminggu.
  8. Susah mengingat kembali atau menyebutkan lagi benda-benda yang sudah dikenal sebelumnya
  9. Sukar mengingat kalimat atau cerita yang baru saja diomongkan.
  10. Kalau disuruh bercerita, tidak nyambung dengan apa yang baru saja dibacanya.

Penanganan Disleksia

Sebenarnya kelainan ini bukan ketidakmampuan intelektual loh. Orang yang memiliki disleksia adalah orang yang tajam secara visual, berintuisi tinggi, pemikir, tapi susah kalau harus menuliskannya.

Oops… namun tidak perlu khawatir banget kok, kalau kita menyandang disleksia, apalagi harus minder trus menjauh dari komunitas atau masyarakat. Soalnya, dr. W. Roan, seorang psikiater, bilang, pada umumnya seseorang hanya mengalami suatu gangguan perkembangan spesifik pada tahap usia tertentu. Pada saat pertumbuhan otak dan sel otaknya sudah sempurna, biasanya akan teratasi, kok. Tapi, jika selama mendapat gangguan, si penderita yang memiliki ciri-ciri disleksia memang benar-benar memerlukan pelatihan khusus untuk mengejar ketertinggalannya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *