How to Train Your Dragon: The Hidden World, Mencari Dunia Naga

Cari-Apa-Ya.com – Mimpi Hiccup (Jay Baruchel) agar manusia bisa hidup berdampingan dengan naga terwujud sudah. Buktinya, suku Berk dari bangsa Viking yang dipimpin Hiccup bisa dengan damai hidup bersama aneka jenis naga.
Hiccup dan gengnya, yaitu Astrid (America Ferrera), Snotlout Jorgenson (Jonah Hill), Tuffnut (Justin Rupple), Ruffnut (Kristen Wiig), dan Fishlegs Ingerman (Christopher Mintz-Plasse) terus memburu para pemburu naga. Mereka membebaskan naga-naga yang dijadikan tawanan para pemburu.

Sinopsis How to Train Your Dragon

Suatu ketika, kehidupan Hiccup yang damai terusik dengan kehadiran Grimmel (F Murray Abraham). Grimmel adalah pemburu naga yang jahat. Dia selalu membunuh naga jenis night furry yang dikenal sebagai raja naga. Bagi Grimmel, kehadiran Hiccup dan suku Berk adalah sesuatu yang hina. Pasalnya, Grimmel menganggap naga adalah hewan yang harus dimusnahkan dan tidak sepadan dengan manusia.
Tentu saja Grimmel ingin memburu Toothless, night furry milik Hiccup. Dengan licik, Grimmel menyusun strategi agar Toothless berpisah dari Hiccup. Caranya dengan menaruh light furry, jenis betina dari night furry. Jika night furry berwarna hitam, light furry berwarna putih.
Sadar keselamatannya dan suku Berk terancam, Hiccup meminta semua warga Berk untuk ikut pindah dengannya. Hiccup menjanjikan mereka akan mencari suatu tempat yang disebut The Hidden World. Konon menurut mitos dan kisah kepala suku Stoick the Vast, ayah Hiccup, di tempat itu naga bisa hidup tenang dan damai tanpa saling mengganggu dengan manusia.
Pada perjalanan menuju The Hidden World, Grimmel tentu tidak diam saja. Dia tetap mengganggu Hiccup dengan tujuan memburu night furry. Rencana Grimmel berhasil karena Toothless tertarik dengan light furry. Saat Hiccup ditinggal Toothless yang mengejar light furry, Grimmel menjalankan misinya. Hiccup marah karena tanpa Toothless dia tidak bisa bertarung. Hal ini membuat Astrid kesal. Dia berusaha meyakinkan Hiccup bahwa dia bisa bertarung tanpa Toothless.
Strategi Grimmel berhasil melumpuhkan Toothless lewat light furry, Hiccup yang mendapat suntikan semangat dari Astrid dkk berupaya melawan Grimmel. Puncaknya, Grimmel sukses membuat night furry tertembak ramuan untuk membius naga.

Bagaimana nasib Toothless? Akankan Hiccup menemukan The Hidden World?

Tayang mulai Rabu 9 Januari 2019 lalu, “How to Train Your Dragon: The Hidden World” menjadi seri ketiga dari rangkaian kisah “How to Train Your Dragon”. Kisah “The Hidden World” diprediksi menjadi yang terakhir setelah sebelumnya rumah produksi Dreamworks Animation merilis “How to Train Your Dragon” (2010) dan How to Train Your Dragon 2″ (2014).
Cerita “How to Train Your Dragon” merupakan adaptasi dari buku berjudul serupa yang ditulis Cressida Cowell. Sama seperti dua film sebelumnya, Dean DeBlois masih menjadi sutradara serta penulis skenario. Dikemas dalam durasi 104 menit, film ini hadir dengan cerita yang dinamis.
Sebagai film animasi untuk keluarga, film ini menyajikan gambar-gambar fantasi yang Indah. Dengan detail, wujud aneka jenis naga dihadirkan. Begitu pula dengan komposisi warna yang membuat visual film ini menarik.
Formula cerita tentang betapa pentingnya keluarga dan persahabatan masih menjadi benang merah film ini. Kendati ini film untuk anak-anak, tetapi penonton dewasa akan mudah tersentuh di beberapa bagian cerita. Sebagai penulis cerita, Dean DeBlois sukses membuat racikan drama dan komedi yang pas.
Jika menonton dua film sebelumnya, perasaan emosional akan membuncah di babak akhir film ini. Selang delapan tahun sejak perilisan film pertamanya, kisah Hiccup dan Toothless berhasil menyajikan akhir yang sentimental. Mengutip dialog Stoick the Vast yang mengatakan, “saat mencintai, harus siap untuk kehilangan, puncak film ini menguatkan pesan tersebut.
Pada pekan pertama pemutarannya, film ini mencatat perolehan 1,5 juta dolar AS. Pendapatan ini hanya dari Australia. Karena di benua kanguru tersebut, film ini mulai tayang sepekan lebih cepat, yaitu 3 Januari 2019. Sementara itu, di Amerika Serikat, film ini menyapa penggemarnya pada 22 Februari 2019.
Perolehan film ini di Australia ini menjadi kejutan bagi Dreamworks Animation. Pasalnya, sebelumnya tak ada yang bisa menggoyahkan posisi “Shrek 2” (2004) yang juga produksl Dreamworks Animation. Begitu pula dengan perolehan di Selandia Baru yang melampaui “Shrek 2”, yaitu 173.000 dolar AS pada hari pertama pemutarannya.
“Mungkin akan ada kelanjutan kisahnya. Akan tetapi, saat ini kami bertahan dengan cerita trilogi sesuai dengan bukunya,” ujar DeBlois dalam sebuah wawancara.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *