Il Lombardia, Balapan Monument Tercantik di Musim Gugur dengan Rute paling Menantang

Il Lombardia, salah satu dari lima rangkaian balapan Monument, yakni balapan sepeda klasik satu hari yang dianggap tertua, terberat, dan prestisius di dunia. Empat seri lainnya adalah Milan-San Remo, Tour of Flanders, Paris-Roubaix, dan Liege- Bastogne- Liege.

Dibandingkan dengan empat seri lain, Il Lombardia paling terkenal. Julukannya, “Race of the Falling Leaves” karena digelar pada musim gugur. Tahun ini merupakan tahun penyelenggaraan yang ke-113. Dengan jarak tempuh sejauh 241 km, ini merupakan balapan Monument tercantik dengan rute paling menantang.

Area tertingginya mencapai 4.000 meter di atas permukaan laut. Akhir balapan pun menjadi tantangan terberat, lantaran para pembalap harus melalui serangkaian tanjakan curam. Rute tanjakan dimulai dari Madonna del Ghisallo klasik yang memiliki panjang 10,6 kilometer dengan pemandangan indah pinggir danau hingga menyentuh finish.

Sejarah Il Lombardia

Merunut sejarahnya, secara teknis Il Lombardia adalah balapan klasik di Lombardy, Italia atau Tour di Lombardy yang digelar pada saat musim gugur. Balapan ini dimulai pada 1905 dan hanya absen digelar dua edisi pada 1943 dan 1944 karena perang.

Balapan itu tercetus pertama kali karena ide dari seorang jurnalis Italia, Tullo Morgagni. Ide tersebut muncul untuk memberikan kesempatan kepada pembalap Milan, Pierino Albini membalas dendam dari rival terberatnya Giovanni Cuniolo atas kekalahannya di balapan King’s Cup Italia.

Koran tempat Morgagni bekerja, La Gazzetta dello Sport-lah yang menjadi promotor pertama untuk balapan baru tersebut pada 12 November 1905. Ketika itu, balapan berjudul “Milano-Milano”. Tidak disangka, balapan “balas dendam” ini justru menarik perhatian masyarakat sepanjang rute yang dilalui.

Pemenangnya pun kejutan, yaitu Giovanni Gerbi, bukan Albini atau Cuniolo. Gerbi memenangi balapan dalam waktu 40 menit lebih cepat dari dua pesaing terdekatnya Giovanni Rossignoli dan Luigi Ganna.

Balapan itu langsung populer, hingga jadi seri penutup dari rangkaian balapan Italia dan Eropa dalam satu musim. “Milano-Milano” pun berubah nama menjadi Giro di Lombardia pada 1907. Memasuki era baru tersebut, balapan itu sempat didominasi oleh pembalap Prancis, Henri Pelissier yang merebut tiga gelar hingga 1911. Namun, sejauh ini baru pembalap Italia, Fausto Coppi, yang mampu merebut lima kali gelar juara. Dia memegang rekor kemenangan mulai dari 1946 hingga 1954.

Kejuaraan Balap Dunia

Selama 70 tahun berlangsung, balapan itu diakui para pembalap dunia sebagai “Il Mondiale d’Autunno” atau Kejuaraan Dunia Musim Gugur. Namun, kondisi tersebut harus berubah saat UCI melakukan perubahan dalam kalender balapan internasional pada 1995. Kejuaraan Dunia balap sepeda yang awalnya berlangsung Agustus, digeser menjadi Oktober.

Secara resmi sejak 1988 hingga 2004, Tur Lombardia ini menjadi rangkaian final untuk UCI Road World Cup dan sering kali jadi balapan yang menentukan dari akhir kompetisi.

Sejak 2012, kejuaraan ini mendapatkan nama baru resmi dari UCI menjadi Il Lombardia. Jadwa! balapan ini kembaii bergeser maju dari November menjadi akhir September. Perubahan nama pun akhirnya menjadi kebangkitan balapan Monument. Lomba tersebut menjadi ajang pembalasan untuk para pembalap yang gagal di kejuaraan dunia atau sebaliknya, bagi para juara dunia mendapatkan kemenangan ganda di musim gugur. Seperti yang dilakukan oleh Philippe Gilbert, Joaquim Rodriguez, dan Vincenzo Nibali.

Pembalap Prancis

Pada edisi 2018 yang berlangsung 13 Oktober 2018, balapan ini menjadi milik pembalap Prancis Thibaut Pinot (Groupama-FDJ) seusai mencatatkan waktu tercepat 5 jam, 53,22 menit. Dia mengalahkan pembalap tuan rumah Vincenzo Nibali (Bahrain-Mends) yang menjadi terbaik kedua dengan selisih 32 detik dan podium ketiga ditempati Dylan Teuns (BMC Racing). Bagi Pinot, gelar ini merupakan wujud dari impian besarnya.

Pinot sendiri memulai balapan ini sebagai salah satu unggulan. Sebelumnya dia telah unjuk performa dengan memenangi Milan-Torino. Dengan gelar yang diraih Pinot, bagi Prancis ini merupakan gelar ke-12 mereka di Il Lombardia, menyamai pencapaian pembalap Belgia. Namun, catatan tersebut masih jauh dibandingkan dengan para pembalap Italia yang telah menorehkan 69 kali gelar.

Gelar Pinot itu pun menjadi pelepas dahaga setelah hampir 11 tahun tidak ada pembalap Prancis yang bisa naik podium tertinggi, sejak Laurent Jalabert pada 1997. Dia juga menjadi pembalap pertama yang sukses merebut gelar “double-double” dalam waktu bersamaan, Milano-Torino dan Il Lombardia.

Pinot mengatakan, merebut gelar di II Lombardia tahun ini merupakan ambisinya. Entah mengapa, dia mengaku saat melihat Merida (Bahrain) Vincenzo Nibali berusaha menyusulnya dalam balapan, dia menjadi terpacu dan sangat ingin bisa memenangi balapan ini. Jelas ini merupakan kemenangan yang indah bagi karier balapannya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *