Menilik Sisi Fashion Dunia Otomotif Melalui Tren Desain Pewarnaan Motor

Cari-Apa-Ya.com – Dunia otomotif juga memiliki sisi fashion dengan desainnya yang unik, berbeda, dan menjadi tren tersendiri. Bukan desain fisik motor, melainkan desain pada pewarnaan motor. Motor dan helm saat ini seakan menjadi kanvas bagi para seniman airbrush.
Seni pewarnaan atau pengecatan bukan hanya berhubungan dengan seni lukis di kanvas, tembok, atau media datar lainnya. Itu pun tidak hanya berhubungan dengan teknik pewarnaan pada desain interior rumah atau bangunan.
Perlengkapan para bikers atau pengendara sepeda motor tidak luput menjadi media untuk mengaplikasikan warna-warni dengan teknik airbrush. Sepeda motor dan helm menjadi perlengkapan pengendara yang saat ini semakin penuh.
Memang, badan motor atau helm dari pabriknya sudah mengandung warna-warni beragam meskipun cenderung monoton, hanya terdiri atas dua atau tiga warna yang tentunya juga serupa untuk sesama jenisnya.
Jawaban untuk itu adalah mewarnainya dengan teknik airbrush. Beberapa tahun ke belakang, airbrush sempat menjadi tren bagi para motoris yang ingin memodifikasi perlengkapannya seperti sepeda motor dan helm. Sampai sekarang, pengecatan airbrush pun masih diminati untuk menimbulkan aksen yang unik dan berbeda.
Airbrush itu intinya debu yang berwarna. Jadi saat diaplikasikan, pewarnaannya memperlihatkan hasil yang bagus dan halus. Jadi yang membedakan airbrush dengan pewarnaan yang lain adalah teknik saat mengaplikasikan warna cat-nya. Airbrush diaplikasikan dengan semprot. Untuk media yang besar masih bisa menggunakan semprotan (spray), sedangkan untuk membuat detail digunakan pen brush.
Tren desain pewarnaan motor dengan airbrush memang bukan hanya di Bandung, tetapi juga daerah lain di Indonesia. Di Jawa Barat yang menjadi tren adalah airbrush dengan desain grafis. Dari gaya itu, yang paling banyak peminatnya adalah gaya tribal.
Sementara kalau kita beranjak ke Jawa Tengah dan menuju timur, para biker lebih senang dengan tren desain pewarnaan motor berjenis reals. Desain realis adalah yang menampilkan gambar makhluk hidup atau figur kartun.
Untuk membuatnya, tentu saja tak asal semprot. Ada estetika yang harus diperhatikan para seniman airbrush. Misalnya. saat mengaplikasikannya di motor maka harus mengikuti struktur badan motornya.
Desain grafisnya tidak boleh memotong tulang motor sehingga tetap estetis. Selain memperhatikan estetika, juga penggunaan cat airbrush dan pelapisnya harus yang bermutu.
Teknik mewarnai dengan airbrush tak cukup langsung disemprot cat. Ada tahapan yang harus dilakukan supaya hasil warnanya baik dan cat tidak malah menjadi pecah setelah motor dan helm dipakai untuk beberapa waktu.
Ya tentu saja, sepeda motor dan helm adalah perlengkapan yang mungkin saja digunakan setiap hari. Ia akan terkena panasnya sinar matahari dan menjadi basah saat hujan datang. Bila tekniknya tidak dilakukan dengan tepat, warna-warni airbrush yang indah pun akan rusak.
Saat helm atau sepeda motor dicat airbrush, pertama-pertama seluruh bagian badannya harus dipereteli. Karena ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sehingga harus dicopot semua untuk mempermudah kerja dan tidak berisiko cat akan ke mana-mana.
Setelah dipereteli, bagian yang akan dicat diampelas untuk membuang semua kotorannya. Setelah itu ada proses dasar yang disebut epoksi yang harus dilakukan supaya cat menempel ke medianya. Umumnya, proses dasar itu menggunakan cat berwarna putih supaya warna-warni airbrush akan lebih keluar.
Barulah mulai dengan menyemprot cat airbrush. Setelah semua pewarnaan selesai, barulah tahapan coating/furnished supaya cat itu menyatu seluruhnya. Coating ini ada yang glossy, doff, atau di tengah-tengahnya. Yang glossy pun ada yang sekadar mengilap atau yang tampil wet-look. Itu semua bisa diatur sesuai dengan keinginan.
Modifikasi pewarnaan motor dan helm dengan airbrush memiliki keuntungan ketahanan waktu yang lebih lama asalkan memang menggunakan cat bermutu. Sementara menempel stiker hanya akan bertahan maksimal tiga tahun.
Ya memang, pengerjaan airbrush akan lebih lama. Namun, kalau hasilnya akan membuat motor dan helm kita tampak lebih personal dan unik, sepertinya waktu pengerjaan yang lama bisa dimaklumi.

Tiga Gaya Paling Diminati

Tren desain pewarnaan motor dan helm terdiri atas banyak gaya. Dalam dunia otomotif di Indonesia setidaknya ada tiga gaya desain yang paling dominan diminati.
Teknik Grafis
Teknik ini memiliki dua gaya lagi yaitu streamline dan tribal. Gaya streamline bisa terlihat dari hasilnya yang lebih memperlihatkan garis. Namun, karena garis-garis itu umumnya tipis, pengerjaannya memang lebih sulit. Satu sepeda motor, pengerjaannya bisa memakan waktu tiga bulan untuk fully body airbrush.
Teknis Realis
Bila ingin menampilkan gambar yang memperlihatkan makhluk hidup atau figur kartun, maka ia adalah penyuka gaya realis. Teknik ini cenderung lebih mudah untuk dilakukan para seniman airbrush dan pengerjaannya pun lebih cepat. Teknik ini pun bisa menunjukkan desain yang lebih personal karena gambarnya bisa sesuai dengan kesukaan.
Teknik Replika
Teknik ini tentunya mengusung gaya yang mencontoh desain terkenal yang sudah ada. Yang paling banyak diminati adalah helm milik Valentino Rossi dan Marc Marquez. Gaya replika ini juga memiliki kesulitan tinggi karena harus mirip dengan aslinya. Karena kesulitan pengerjaannya itu, harganya pun cenderung lebih mahal.

Jenis Pewarnaan Sepeda Motor

Selain teknik-teknik itu, pengecatan motor dan helm dengan airbrush pun mengandung detail-detail yang menarik. Detail memang menjadi kelebihan airbrush karena hasilnya yang halus dan detail.
Gradasi
Gradasi warna akan lebih baik ditampilkan oleh airbrush dibandingkan dengan cat yang lain. Penyemprotan debu berwama membuat gradasi warna tampil lebih mulus dan tidak kentara.
“Glow in The Dark”
Cat airbrush pun ada yang bisa tampil glow in the dark alias berpendar di kegelapan. Gaya itu cocok untuk sepeda motor dan helm yang pastinya akan digunakan pada malam hari. Untuk menghasilkan efek tersebut, memerlukan cat khusus dan sebelumnya diberi dasar bubuk fosfor.
“Two Faces”
Untuk gaya desain yang lebih menarik kerap kali menggunakan gaya two faces alias dua sisi wajah. Artinya, pewarnaan pada sisi kiri dan sisi kanan motor tampil berbeda. Garis-garis atau gambamya mungkin sama, tetapi warna yang ditonjolkan berbeda. [Vebertina Manihuruk/PRM]
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *