Meremajakan Kulit dengan Plasma dari Tubuh Sendiri

Kulit kendur, kulit mengerut, dan muncul pigmentasi di permukaan kulit adalah hal yang wajar terjadi dalam proses penuaan kulit yang alami. Mengatasinya pun bisa dilakukan dengan cara yang alami yaitu menggunakan plasma yang terkandung pada darah masing-masing orang yang disebut metode memanfaatkan platelet rich plasma (PRP).

Proses penuaan adalah hal alami dalam kehidupan setiap orang. Namun, sering kali, penuaan pada kulit terjadi lebih cepat daripada kerangka waktu yang wajar. Hal itu pun sering merisaukan beberapa orang, yang kebanyakan adalah perempuan.

Bukan hanya proses penuaan, masalah juga ditambah dengan munculnya jerawat. Penanganan jerawat yang tidak tepat kerap menimbulkan masalah baru, yaitu bekas jerawat yang membuat permukaan kulit tidak mulus seperti sedia kala.

Cara Mengatasi Penuaan Dini atau Bekas Jerawat

Untuk mengatasi penuaan dini ataupun bekas jerawat, beberapa orang menggunakan obat. Namun, ada teknik yang bisa dilakukan untuk mengobati itu dengan menggunakan bagian dari tubuh masing-masing orang, yaitu di dalam darahnya sendiri.

Menurut Helena Eka Putri, dokter spesialis kulit dan kelamin, untuk proses peremajaan kulit dan memperbaiki bekas jerawat pada permukaan kulit bisa menggunakan platelet rich plasma (PRP). PRP berfungsi untuk menutrisi kulit, merangsang pertumbuhan sel baru, dan memperbaiki jaringan kulit yang rusak.

PRP itu akan memproduksi kolagen lebih banyak dan membentuk sel-sel baru. Karena PRP diambil dari tubuh orang itu sendiri, tubuh tidak akan menolak karena bagian dari tubuhnya sendiri.

PRP adalah plasma di dalam darah. Seorang pasien yang ingin meremajakan kulit atau memperbaiki jaringan kulit harus lebih dulu diambil darahnya saat akan melakukan pengobatan ini. Setelah darahnya diambil, ada alat sentrivugasi yang bisa menghasilkan PRP dengan memisahkan sel darah merah dengan plasma. Plasma itulah yang kemudian dipisahkan dalam bentuk serum.

Secara teknis, PRP itu akan dioleskan ke permukaan kulit yang sebelumnya sudah “luka” karena derma roller. Alat derma roller memiliki jarum mikro yang bertugas melukai permukaan kulit sampai keluar titik-titik darah.

Luka dari micro needle itu hanya sampai bagian epiderma kulit. Prosesnya setelah itu adalah mengoleskan serum PRP itu. Dengan begitu, kerja plasmanya langsung masuk ke dalam kulit.

Selain menggunakan PRP ada pula serum growth factor yang memiliki fungsi sama dan pengaplikasiannya pun dilakukan dengan teknik yang sama. Namun, growth factor adalah serum yang dibuat di pabrik yang bisa digunakan siapa saja. Sementara, PRP digunakan untuk pemilik plasmanya.

Perawatan Pasca Operasi Platelet Rich Plasma (PRP)

Setelah proses itu, muka pasien memang akan mengalami kemerahan selama sekitar satu pekan. Efek dari penggunaan serum PRP atau purigrowth factor akan mulai terlihat kurang lebih satu bulan.

Karena prosesnya harus dilalui dengan adanya luka kecil, harus ada perawatan yang dilakukan di rumah. Misalnya, krim khusus untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengatasi kemerahan yang timbul.

Selain itu, pasien diharapkan menghindari sinar matahari langsung namun tidak apa-apa kalau terpapar sinar matahari tidak langsung. Selain itu, pasien harus menjaga kebersihan kulit dan tidak boleh menggunakan sembarang produk perawatan kulit. Setelah melalui proses kontrol dan evaluasi, ia mengatakan metode itu bisa diulang sampai mendapatkan hasil terbaik.

PRP atau growth factor ternyata bukan hanya digunakan untuk meremajakan kulit dan memperbaiki jaringan kulit akibat bekas jerawat. Namun, ada banyak peranan PRP untuk pertumbuhan sel tubuh. Misalnya, di badan ada luka yang susah sembuh, bisa menggunakan PRP atau growth factor. Selain itu, kalau ada masalah atau keluhan kebotakan, terapinya bisa juga dengan menggunakan PRP atau growth factor supaya merangsang sel baru untuk pertumbuhan rambut.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *