Mustache and Beard Siap Garap Album Kedua Setelah 4 Tahun Merilis Album Debut

Lama Membaca : Sekitar 2 Menit

Dari album “Manusiaku Manusiamu Manusianya’”, Mustache and Beard mencuri perhatian dengan single “Senyum Membawa Pesan”. Lagu bertempo lambat dengan lirik yang membuai telinga terutama pendengar perempuan, membuat Mustache and Beard kokoh menancapkan citra sebagai band pop folk.

Dukungan para Penawar, sebutan penggemar Mustache and Beard, membuat Afif dkk tetap semangat melaju.

Selain “Senyum Membawa Pesan”, Mustache and Beard juga merilis single kolaborasi bersama Noh Salleh berjudul “Batas Mimpi”. Pada Maret 2019, Mustache and Beard merilis single “Roda Asmara” yang mengeksplorasi musik mereka karena dikemas dengan musik ceria.

Pada 2020 ini, Mustache and Beard bersiap untuk menggarap album kedua. Selang empat tahun setelah merilis album debut, Mustache and Beard merasa sudah waktunya melahirkan karya baru.

Afif menyebutkan, album kedua Mustache and Beard melalui proses yang lebih rumit jika dibandingkan dengan album pertama. Soalnya, saat mengerjakan album pertama mereka tidak tahu teknis rekaman, sedangkan sekarang tahu. Saat ini, mereka menemukan formula-formula baru untuk mengerjakan album kedua.

”Yang pasti tema lagu juga banyak berubah. Kami juga melakukan banyak eksperimen instrumen. Bisa dibilang, dari segi konten, album kedua akan lebih kaya. Kami lagi memilih lagu untuk masuk album agar sesuai dengan tema,” tutur Afif.

Adri mengatakan, pada akhir 2020 mereka akan meluncurkan sesuatu. Bentuknya tidak harus album, tapi bisa apa saja yang menjadi kejutan untuk para Penawar.

Menurut Adri, salah satu gol Mustache and Beard di industri musik adalah bisa main di seluruh penjuru Indonesia. Mereka ingin musik yang dimainkan bisa didengar dari Sabang sampai Merauke. Afif dkk juga punya mimpi besar tur ke luar negeri lagi.

Untuk para Penawar, Mustache and Beard ingin tetap intens berinteraksi. Mereka senang karena pendengar mereka tumbuh organik bersama karya musik Mustache and Beard.

Berangkat dari kampus yang sama, Mustache and Beard memulai langkah musik yang serius sejak 2012. Sempat mengalami penyusutan jumlah personel, tapi Mustache and Beard bertahan. Pada 2016, album perdana mereka lahir dalam judul “Manusiaku Manusiamu Manusianya”.

Setelah delapan tahun bersama, kuartet M. Afif Abdulloh (vokal, flute, akordeon), Febryan Tricahyo (gitar, vokal), Adri Imad Kadifa (gitar, vokal), dan M Nagib Asegaf (drum) siap melanjutkan perjalanan bermusik Mustache and Beard.

Seperti kisah band anak kampus lainnya, perkenalan awak Mustache and Beard dimulai dari band yang berlainan. Kendati beda angkatan di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Afif dkk sering bertemu di sejumlah gigs internal kampus. Di ujung perkuliahan, Afif dan Febryan yang satu band mulai jenuh dengan band yang menaungi mereka.

Afif dan Febryan kemudian bertemu Bima, rekan duo Nagib di acara kampus namanya Jumat Jahat. Dari situ tercetus untuk bikin proyek musik baru. Ide awalnya mereka ingin membuat formasi miniorkestra dengan personel yang banyak. Namun, ternyata enam orang saja sudah riweuh.

Untuk mengakali konsep miniorkestra yang ingin ditampilkan, akhirnya Afif dkk memaksimalkan potensi personel. Hasilnya, satu personel memainkan lebih dari satu instrumen musik. Dengan konsep ini, terciptalah formasi awal Mustache and Beard yang dihuni enam orang.

Pemilihan nama yang cukup unik untuk band ditentukan Afif dkk sejak awal terbentuk. Afif mengaku, tidak ada makna filosofis khusus terkait nama. Mereka memilih nama itu karena saat terbentuk, hampir semua personel berkumis dan berjenggot.

Sejak terbentuk, Mustache and Beard telah memainkan musik pop dengan warna folk yang kental. Mereka bahkan sempat menyebut musik mereka dengan folka folki orkestra. Soalnya, ada warna musik polka lewat suara akordeon. Lewat formasi ini, Mustache and Beard merilis mini album berisi tiga lagu berbahasa Inggris.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *