Objek Wisata dan Boga Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah terletak di Pulau Sulawesi, memiliki luas wilayah 61.841.29 km2 dengan Palu sebagai ibu kota provinsinya. Beraneka ragam pesona  kecantikan objek wisata yang memukau dan berbagai macam boga yang lezat, pasti membuat anda ingin berkunjung ke sana. Sebelumnya ayo kita simak informasi mengenai objek wisata dan boga Sulawesi Tengah berikut ini.

Berbagai Objek Wisata dan Boga Sulawesi Tengah

Taman Nasional Lore Lindu
Pada lokasi yang sangat kaya akan keanekaragaman flora dan fauna ini cocok untuk Anda yang menggemari kegiatan pendakian dan panjat tebing. Taman nasional yang berada di Kabupaten Donggala ini telah diresmikan sejak tahun 1993, merupakan gabungan Suaka Alam Lore Kalamata dan Hutan Lindung serta Taman Rekreasi Danau Lindu. Pada kawasan ini dapat juga ditemui patung-patung megalit yang memiliki usia mencapai ratusan bahkan ribuan tahun.

Gunung Gawalise
Gunung dengan ketinggian 2.023 meter di atas permukaan laut ini berada di tengah-tengah hutan yang dihuni oleh Suku Da’a, yang adalah sub etnis Suku Kaili.  Memiliki keindahan yang sangat dicintai para pendaki dan para peneliti flora serta fauna. Cukup dengan 10 menit berkendara dari Kota Palu, Anda dapat  mencapai Gunung Gawalise nan indah permai.

Pusentasi
Berlokasi di Desa Limboro, Donggala, sekitar 12 km dari kota Palu. Pusentasi berarti pusat air laut. Tempat ini berbentuk seperti sumur besar dengan ukuran  garis tengah 10 meter dan memiliki kedalaman sekitar 7 meter. Untuk mencapai lokasi wisata membutuhkan waktu sekitar 45 menit berkendara dari Kota Palu. Keunikan dari Pusentasi adalah memiliki tebing berukir alami serta air yang kebiruan yang tidak pernah keruh.

Sup Kaledo
Kaledo merupakan singkatan dari Kaki Lembu Donggala. Ini merupakan masakan khas Donggala yang mirip dengan sup buntut. Bedanya tulangnya dari kaki lembu yang masih penuh dengan sumsum dan disajikan bukan dengan nasi namun dengan ubi. Ada juga yang mengartikan Kaledo yang berasal dari Bahasa Kaili (bahasa orang Palu), Ka artinya Keras, dan Ledo artinya, ‘Tidak Keras”.

Palu Mara
Masakan yang bercita rasa pedas dan asam ini berbahan utama ikan Kolombon (sejenis ikan Kakap) atau dapat diganti dengan ikan Bandeng. Rasa asam berasal dari buah asam muda yang adalah bumbu khas masakan ini.

Labia Dange
Adalah salah satu makanan yang memakai bahan dasar sagu dengan isian gula merah atau ikan. Memasaknya dengan menggunakan wajan dan tungku yang  terbuat dari tanah liat. Dalam Bahasa Parigi, Sulawesi Tengah, Labia berarti Sagu dan Dange berarti Panggang. Isian dari makanan ini mulai dari ikan teri, gula aren dan lainnya. [Sumber : Best Teens]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *