Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah

Seiring perubahan pola makan, aktivitas, dan faktor lingkungan, banyak orang yang tidak mengenali status kesehatan masing-masing. Termasuk calon pengantin yang hendak menikah.

Selain menyiapkan, pernak-pernik pernikahan, ada baiknya juga dipertimbangkan untuk bersama-sama memeriksakan kesehatan masing-masing. Hal itu tidak ditujukan untuk mencari kesalahan dan jangan dilihat sebagai upaya menggagalkan pernikahan. Justru, sebaiknya dianggap sebagai usaha preventif atau pencegahan jika memang ditemukan penyakit, infeksi, atau kelainan hereditas (genetik).

Saat ini, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah tengah menjadi sorotan. Bahkan di beberapa negara, misalnya Turki dan Jepang, sudah mewajibkan warganya untuk menyertakan hasil medical check up sebagai syarat mengajukan pernikahan. Negara-negara itu melakukan hal tersebut karena pemerintahnya memiliki program untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satunya pencegahan penyakit yang dapat timbul setelah pernikahan. Misalnya penyakit dan kelainan genetika pada kehamilan.

Siapa saja bisa menjadi silent carrier atau pembawa dari beberapa penyakit infeksi dan hereditas. Jika ia perempuan, saat hamil dapat memengaruhi janin yang dilahirkannya nanti. Tes kesehatan direkomendasikan kepada calon mempelai sebelum menikah. Tujuannya untuk memastikan keduanya dinyatakan sehat secara medis, baik itu fisik dan psikis untuk melangsungkan pernikahan.

Dengan mengetahui hasil dari screening ini, diharapkan setelah menikah keduanya mendapat keturunan yang sehat. Namun perlu dicermati, jika nanti ditemukan salah satu pasangan bermasalah dalam kesehatan, tes kesehatan ini bukan bermaksud untuk membatalkan pernikahan.

Justru untuk mencari solusi yang tepat. Merencanakan tindakan dan terapi apa yang dibutuhkan karena sebagian persoalan kesehatan bisa dicegah atau ditangani dengan baik jika dilakukan dengan segera. Misalnya, hepatitis B dan C, atau bahkan TB yang bisa diobati secara tuntas.

Oleh karena itu disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sedikitnya enam bulan sebelum melangsungkan pernikahan. Jika ditemukan penyakit atau kelainan diharapkan dapat diobati dalam rentang waktu tersebut. Dengan demikian, saat hari pernikahan, keduanya sudah sehat dan dapat menghasilkan keturunan yang sehat.

Penyakit yang bisa ditemukan dalam medical check up sangat beragam. Beberapa di antaranya yang umum ditemukan antara lain hipertensi atau tekanan darah tinggi yang jika tidak diketahui akan berbahaya apalagi jika dialami oleh perempuan. Saat ia hamil bisa menyebabkan preeklampsia atau terhambatnya pertumbuhan janin.

Pada orang dengan obesitas, harus dicurigai juga apakah memiliki riwayat diabetes mellitus yang bisa memengaruhi tingkat kesuburan. Tidak dapat dimungkiri, salah satu persoalan setelah menikah adalah mengenai keturunan.

Dari pemeriksaan laboratorium pada tes darah juga bisa ditemukan penyakit lain seperti talasemia, penyakit menular seksual seperti sifilis, hepatitis B atau C, juga TORCH. Dilakukan juga pemeriksaan radiologi thorax untuk melihat kondisi organ bagian dalam, seperti paru-paru.

Ada juga pemeriksaan panel diabetes, hepatitis (HBsAg, AntiHBs, AntiHCV Total), penyakit menular seksual (VDRL), uji saring talasemia (dengan analisis Hb), urine rutin, pemeriksaan fisik dan konsultasi, serta pemeriksaan foto thorax.

Ada pula uji IgM HSV2 untuk pria, yakni pemeriksaan penyakit herpes. Pada wanita ada uji TORCH yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan kehamilan nantinya.

Tubuh yang terinfeksi TORCH dapat mengakibatkan cacat atau gangguan janin dalam kandungan. Infeksi TORCH saat kehamilan dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, atau bahkan kelainan bawaan pada bayi. [Eva Fahas/PRM/23-06-2019]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *