Police Evo, Aksi Raline Shah Melawan Teroris dalam Film Action Pertamanya

Gembong narkotika Riky (Tanta Ginting) mendapat pesan singkat untuk segera keluar dari arena transaksi. Bersama anak buahnya, termasuk Rian (Raline Shah), Riky melarikan diri. Akan tetapi, kelicikan Riky membuat Rian dan anggota kelompok lain harus menghadapi sergapan polisi Malaysia. Dalam sergapan itu, Rian berhasil kabur. Namun, wajah Rian sudah dikenali sejumlah polisi Malaysia, termasuk Sani (Azizan Razak).

Rian merupakan polisi Indonesia yang ditugaskan untuk menyusup ke kelompok Riky. Setelah sembilan bulan menyamar, Rian mulai menyerah, karena pimpinannya, Adli (Cok Simbara) tak kunjung berhasil menangkap Riky. Rian curiga, ada mata-mata di kepolisian yang bekerja sama dengan Riky.

Kecurigaan Rian terbukti, dia tak menyangka kalau Adli adalah pengkhianat Tanpa ampun, Rian menembak Adli dalam sebuah perseteruan yang membongkar kecurangan Adli. Sayangnya, ulah Rian tertangkap CCTV dan terjadi di wilayah hukum Malaysia. Alhasil, Rian menjadi buruan Sani dkk.

Misi menangkap Rian dimulai. Sani dkk mengejar ke Pulau Cherong, Malaysia. Rian memang ke pulau tersebut untuk mengejar Riky yang sedang bertransaksi dengan kelompok teroris pimpinan Saif (Hasnul Rahmat). Keinginan Rian hanya satu, yaitu membawa Riky untuk menjadi saksi kalau dia bekerja sama dengan Adli.

Sani tak menyangka, di pulau itu dia mendapat kasus besar, lebih dari sekadar menangkap Rian. Di pulau itu, Saif yang kejam dan komplotannya hendak menyandera seluruh penduduk. Dia akan meminta tebusan kepada polisi Malaysia agar membebaskan ketua kelompok teroris, Al Minas.

Permintaan Saif diladeni Dato Azizat selaku kepala polisi penanggulangan teroris Malaysia. Azizat tidak tahu kalau di pulau itu ada Sani dan tiga rekannya yang sedang memburu Rian.

Kondisi pulau seketika chaos saat Saif mulai menyandera penduduk. Di antara warga, terdapat Sani dan Mat Dan (Syafie Naswip), anggota polisi lainnya. Mereka terpisah dari Khai (Shaheizy Sam), inspektur kepolisian. Khai berhasil memasuki area penyanderaan bersama Rian yang pingsan karena menghirup gas bius.

Pertemuan Khai dan Rian awalnya menegangkan karena Khai tak percaya kalau Rian adalah anggota polisi. Khai mengira, Rian satu komplotan dengan Riky. Namun, tindakan Rian yang mengobati cedera Khai membuat Khai percaya. Khai dan Rian kemudian menyusun strategi untuk menghubungi markas besar dan meminta bantuan.

Saif dan kelompoknya mulai menyadari ada penyusup yang mulai mengacak-acak rencana mereka. Tuntutan dia kepada Azizat pun makin mendesak. Satu per satu warga ditembak sampai Azizat sepakat untuk membawa ketua Al Minas.

Akankah Rian dan Khai berhasil menyelamatkan penduduk pulau dan membongkar kejahatan Saif? Bagaimana dengan Sani yang berada di tengah para sandera?

Film Action Pertama Raline Shah

Film “Police Evo” merupakan proyek kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia. Mulai tayang di Indonesia, Kamis 18 April 2019, film ini menawarkan film aksi dengan bumbu drama yang pas. Disutradarai Joel Soh dan Andre Chiew, naskah “Police Evo” ditulis Joel Soh, Kyle Goonting, dan Anwari Ashraf. Film ini merupakan produksi kolaborasi dari Screenplay Films, Astro Shaw, SCM, dan Blackflag.

Dalam durasi sekitar dua jam, penonton akan disuguhi aksi menegangkan. Cerita yang ditawarkan juga cukup masuk akal, walaupun ada beberapa plot yang bolong. Seperti saat bantuan polisi tak kunjung datang ke pulau, padahal situasi di pulau semakin kacau.

Nuansa Melayu cukup kental disajikan di film ini. Bahasa Melayu hampir 80 persen dipakai di film ini. Selah itu, lagu tema dari musisi Malaysia yaitu Joe Flizzow, Altimet, SonaOne, dan Alif membuat unsur Melayu makin mendominasi film ini. Untungnya, film diberi teks terjemahan bahasa Indonesia untuk penayangan di bioskop Indonesia.

Penampilan Raline Shah di film aksi pertamanya ini juga patut diapresiasi positif. Kendati kurang galak sebagai polisi, tetapi Raline terlihat cukup meyakinkan, terutama saat dia harus memegang senjata, baik pistol maupun senapan laras panjang.

Untuk film ini, Raline melakoni beragam persiapan. Misalnya latihan fisik dan belajar menembak. Latihan fisik dia lakukan untuk beberapa adegan laga. Ia bangga dan senang bisa menjadi bagian dalam film ini. Karakter Rian sebagai polisi menjadi karakter yang paling kuat dan tidak mudah untuk ia perankan, apalagi ia belum pernah main film action. Jadi untuk menjadi Rian adalah tantangan dan pengalaman seru baginya.

Raline hampir delapan bulan melakoni latihan fisik. Dia juga berlatih menggunakan senjata setiap hari selama tiga jam. Ada target berat badannya harus naik lima kilogram, jadi ia harus latihan disiplin angkat beban dan belajar bela diri. Semua ia lakukan demi peran Rian.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *