Roti Bakar Klasik, Camilan Asyik yang Enak Digigit

Coba sebutkan, apa saja daftar menu sarapan yang paling Anda gemari? Diantara deretan yang sama dengan nasi goreng, buah-buahan, dan bubur ayam, roti bakar bisa jadi bertengger di dalamnya.
Roti bakar alias toast barang kali adalah satu dari berbagai jenis penganan yang paling populer di negeri ini. Sungguh tak sulit rasanya untuk menemukan keberadaannya. Dari resep sederhana, varian penganan ini berkembang pesat. Tetapi, mengapa selalu roti bakar bercita rasa klasik yang paling laris dicari?
Baik sebagai menu sarapan, camilan siang dan sore hari, maupun teman bersantap di malam hari yang dingin, setangkup roti bakar siap menemani. Olesannya beragam, mulai dari yang paling sederhana seperti mentega, gula, cokelat meses, dan susu kental manis, hingga yang bergaya kekinian seperti nutella, keju mozarella, oreo, green tea, hingga es krim dengan segala biskuit dan isian pelengkap.
Akan tetapi, banyak orang, baik tua maupun muda, yang tetap menjatuhkan pilihan pada roti bakar bergaya klasik. Roti yang dimaksud adalah roti berpotongan tebal, dioles dengan bahan-bahan yang “mengundang” aroma memorabilia masa lalu.
Roti-roti bakar ini memang tak dibuat atau dijajakan di toko roti jadul yang telah eksis di Bandung sejak puluhan tahun lalu. Akan tetapi, di situlah letak keunikannya. Meski dijajakan di kafe atau kedai yang cenderung modern, resep klasik tetap menjadi pilihan terbaik.
Berdasarkan sejarahnya, roti bakar yang berasal dari kata asli bread toast, adalah roti yang dimasak dengan cara dibakar atau dipanggang. Pada zaman Romawi Kuno, membakar roti merupakan salah satu cara memanfaatkan roti yang sudah tak segar agar tetap bisa dikonsumsi.
Ternyata, rasanya enak. Pada abad ke-18, banyak orang semakin menggemari toast, sampai kemudian lahirlah french toast. Setelah itu, inovasi bernama alat pemanggang roti ditemukan, yang membuat pamor roti bakar semakin melejit.
Roti yang dipilih adalah roti kuno atau jadul. Potongannya sedikit tebal, teksturnya padat dan kenyal sehingga mengenyangkan. Ada pula menu roti yang tak kalah klasiknya. Apalagi kalau bukan roti yang diolesi mentega dan gula. Agar lebih empuk, ada bisa memilih varian roti kukus. Sewaktu disantap, terasa perpaduan pas antara gurih mentega dan manisnya gula. Sederhana, tetapi cukup memikat lidah.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *