Sejarah Terciptanya Bakso Rudal Mewarnai Khazanah Kuliner Indonesia

Sama halnya dengan kemunculan bakso lainnya, bakso rudal punya sejarah tersendiri. Bakso rudal hadir dilatarbelakangi peristiwa politik di dunia. Bakso rudal pernah menjadi favorit di Indonesia seiring dengan meletusnya Perang Teluk I pada tahun 1990.

Perang delapan tahun melawan Iran membuat Irak bangkrut secara ekonomi. Untuk mengatasi kebangkrutannya, Irak mulai menginvasi negara tetangganya yang kaya akan sumber daya minyak, Kuwait.

Kuwait tak tinggal diam atas penyerbuan itu. Meskipun kalah, Kuwait sempat meminta bantuan sekutunya, Amerika Serikat. Lima hari kemudian, AS mengerahkan bantuan pasukannya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik dari Arab maupun Afrika Utara. Lalu, datang pula bantuan militer Eropa khususnya Inggris, Prancis, dan Jerman Barat. Dari Asia ada Bangladesh dan Korea Selatan ikut juga membantu AS.

Selain menghancurkan kekuatan pertahanan udara Irak, pasukan koalisi juga menyasar pusat komando dan komunikasi Irak yang dipimpin oleh Saddam Hussein sebagai titik sentral komandonya. Yang paling utama, dalam perang tersebut pasukan koalisi juga mencari instalasi rudal jelajah, terutama rudal Scud yang dicurigai dimiliki oleh Irak. Operasi pencarian rudal itu diliput secara luas oleh berbagai media di dunia.

Pasukan koalisi mulai melancarkan serangan darat di Irak pada 30 Januari 1991. Luasnya pemberitaan mengenai operasi darat pencarian rudal Scud itu berdampak cukup dramatis di dunia, termasuk di Indonesia. Sosok George Bush versus Saddam Hussein mewarnai perdebatan di televisi hingga di warung kopi.

Sementara itu, penjual bakso memodifikasi barang dagangannya menjadi lebih jumbo ketimbang bakso malvinas. Lalu mereka namai bakso superjumbo itu dengan sebutan bakso rudal dan mewarnai khazanah kuliner kita hingga saat ini.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *