Setelah Badai, Dibasahi Resah

Setelah Badai

Kita merasakan kegelapan
Dalam hidup terasa putus asa
Hitam menyiksa
Buta
Kecewa
Luka
Dan pikiran kacau
Mulut tak berkicau
Kata kata hilang
Nyawa ingin pulang

Tapi setelah badai
Dan hujan berjatuhan di muka
Bertubi tubi menusuk hati
Berdarah tanpa henti
Lalu kita menghadap pada matahari
Semua berlalu
Tanpa waktu

Dibasahi Resah

Mataku tak bisa tertutup
Diantara gelap dan dingin malam
Masih terdengar detik jam
Pada jendela cahaya berkilau
Mukaku terasa kaku
Mimpi tak kunjung tiba
Padahal semua tuntas terjaga

Bayang bayang kehidupan bersarang di pikiran
Penyesalan dan kesalahan bercampur padu
Menjadi racun dalam hati
Kapan semua akan pergi ?
Dari langkah kaki yang tak bertepi

Aku akan terus dibasahi resah
Sampai semua terasa lelah dan payah
Biarkan jadi catatan sejarah
Kelah abadi tanpa amarah

 

M. Abdilah Al Mauludi, lahir di Cianjur, 19 Juni 1996. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Suryakancana Cianjur. Sejak tahun 2016 bergiat di UKM Warung Apresiasi Sastra (WARAS).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *