Siska, Kelinci yang Baik Hati

Cari-Apa-Ya.com – Cerita Pendek Anak – Siska, Kelinci yang Baik Hati – Pada suatu hari di Hutan Merah Delima, ada 3 anak kelinci bersaudara bernama Melinda, Ananda, dan si bungsu Siska. Melinda termasuk anak kelinci yang nakal, begitu juga dengan Ananda merupakan anak kelinci yang pemalas. Berbeda dengan kedua kakaknya, si bungsu Siska adalah anak kelinci yang baik hati, rajin, dan suka menolong.

Ibu kelinci pun sangat menyayangi Siska. Begitu pula dengan satwa-satwa lainnya yang ada di hutan itu, sangat senang bermain bersama Siska. Kedua kakaknya lama-kelamaan menjadi iri dan marah pada Siska. Keduanya merencanakan untuk membuat Siska menangis.

Di sore hari, Melinda dan Ananda mengajak jalan-jalan Siska ke tengah hutan.

“Kakak mengapa kita jalan-jalan ke hutan begini, Kak?” tanya Siska.

“Tenang saja adikku sayang, kakak mau mengajak kamu melihat pemandangan yang indah dan penuh dengan wortel. Yu ikut,” ujar Melinda, kakaknya.

“Kak, aku mau pamit ke ibu dulu ya,” kata Siska.

“Jangan Siska, ibu sedang tidur. Aku sudah pamit kok ke ibu tadi,” ujar Ananda.

“Yu pergi sekarang,” ajak Melinda.

“Ya, baiklah Kak,” jawab Siska.

Setelah sampai di tengah hutan, Melinda dan Ananda pun berkata.

“Siska, kami mau menjumpai penjaga hutan dulu ya. Kamu tunggu saja di sini. Kami tidak akan lama.”

“Tapi Kak, Siska ikut,” pinta Siska.

“Sebentar saja Siska, kami tidak akan lama. Kamu jangan ke mana-mana, diam saja di sini,” ujar Ananda

Kedua kakaknya meninggalkan Siska sendirian di tengah hutan. Melinda dan Ananda kembali lagi ke rumahnya. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tidak lama kemudian, ibu mereka bangun dan memanggil Siska.

“Siska….Siska….kamu di mana?” teriak ibu kelinci “Ananda, Melinda, apa kamu melihat Siska?” tanya ibu kelinci.

“Enggak, Bu. Kami dari tadi di sini. Kami sedang membuat pekerjaan rumah,” ujar Ananda terbata-bata.

“Iya Bu, aku juga tidak tahu,” ujar Melinda.

“Aduh gawat ini, langit sudah gelap,” ujar ibu kelinci “Kalau begitu kita cari Siska ke rumah temannya, kalian bantu ibu ya,” ujar ibu kelinci.

“Ah selalu saja ibu begitu, selalu saja Siska. Siska hilang dicari-cari sampai kita kerepotan begini,” ujar Ananda.

“Iya, semoga Siska sudah menangis tengah hutan itu,” ujar Melinda sambil pura-pura bersedih karena hilangnya Siska.

“Ibu…” terdengar teriakan dari kejauhan.

“Siska…itu suara Siska,” ujar ibu. Tidak lama kemudian terlihat Siska bersama kunang-kunang.

“Siska kamu dari mana saja, Nak? Ibu, kakak-kakakmu dan beberapa tetangga mencarimu. Kamu baik-baik Saja?” tanya ibu.

“Ibu, Siska baik-baik saja. Siska tadi bermain bersama kunang-kunang. Kunang-kunang juga yang mengantar Siska ke rumah ibu karena hutan yang sangat gelap,” ujar Siska.

Setelan itu, ibu kelinci menyuruh ketiga anaknya untuk bersih-bersih dan segera tidur.

“Siska, kamu tidak marah pada kami? Kamu juga tidak melaporkan kami ke ibu karena kami membawa kamu ke tengah hutan,” tanya Ananda.

“Tidak, Kak. Aku sayang pada kakak dan tidak mau kakak dimarahi ibu,” kata Siska.        “Memang kamu tadi di tengah hutan tidak takut,” tanya Ananda.

“Tidak Kak, aku kan berteman dengan semua penghuni hutan, jadi ketika aku tadi sendirian di tengah hutan, aku bermain dan ditunjukkan jalan pulang oleh kunang-kunang. Aku hanya sedih, kok kakak meninggalkan aku? Kalau memang aku punya salah, aku minta maaf ya,” kata Siska.

Kedua kakaknya hanya termangu mendengar penuturan Siska.

“Siska, maafkan kami. Kamu sangat baik hati. Kamu tidak melaporkan perbuatan kami pada ibu. Malah kamu yang meminta maaf, padahal kami yang salah padamu. Maafkan kami, Siska. Mulai saat ini, kami tidak mau berbuat nakal lagi padamu,” ujar kedua kakaknya. Mereka pun berpelukan. [Cerita Pendek Anak : Devina Lovelia valerine]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Author: Maman Soleman

Blogger & Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *